X

Pengertian, Contoh dan Perbedaan Top Level Domain dan Subdomain

Membuat subdomain, adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin memiliki banyak website tanpa harus mengeluarkan modal lagi.

Subdomain, sangat cocok bagi Anda yang ingin terlihat lebih komitmen dengan topik pembahasan.

Subdomain, juga pilihan cerdas bagi Anda yang ingin memisahkan niche, atau topik blog. Dan, lebih baiknya memiliki domain sendiri, atau top level domain, jika Anda ingin lebih serius mengelola website, terlihat lebih profesional, dan lain sebagainya.

Namun, sebelum Anda memutuskan membeli domain, dan membuat beberapa subdomain, kiranya akan lebih jos, jika terlebih dahulu mengetahui pengertian, contoh, fungsi, dan perbedaannya top level domain dengan subdomain.

Pengertian Top Level Domain.

Domain adalah alamat sebuah website. Dan, domain terbagi menjadi dua bagian, yaitu domain gratis, dan prabayar.

Contoh domain gratis, adalah Blogspot.com, wordpres.com, dan masih banyak lagi.

Sedangkan, contoh domain yang prabayar adalah com, net, biz, dan masih banyak lagi lainnya. Dengan begitu, domain prabayar seperti contoh di atas disebut dengan Top Level Domain.

Maka dari itu, bisa kita simpulkan bahwa pengertian Top Level Domain, adalah alamat atau url website yang terletak pada akhir, dan bukan gratisan.

Supaya Anda mudah memahaminya, perhatikan gambar sebagai contohnya ;

Perhatikan kata com yang terletak di akhir url. Itu adalah contoh top level domain, dan domain seperti itu bisa dimiliki apabila kita membelinya.

Pengertian Subdomain.

Anda pernah mendengar atau memiliki teman, yang usahanya banyak dan ada di berbagai daerah ?

Mereka yang usahanya sudah maju dan berkembang, biasanya membuka cabang di berbagai daerah. Yang tentunya, usaha cabang tersebut masih berhubungan erat dengan usaha induknya.

Jadi, semisal usaha induk mengalami kegagalan, dan berhenti, secara otomatis usaha cabangnya pun akan tutup.

Begitupun juga dengan Subdomain, yang masih berhubungan erat dengan domain utama. Ketika domain utama tidak diperpanjang masa aktifnya, secara otomatis subdomain yang telah dibuat tidak bisa digunakan lagi.

Maka dari itu, kesimpulannya adalah subdomain sebagai cabang, dan induknya adalah domain.

Contoh atau macam-macam Subdomain.

Contoh, atau macam macam subdomain lebih luas atau lebih banyak dibandingkan dengan contoh domain.

Kenapa, ?

Karena, subdomain bisa dibuat sebanyak mungkin oleh pemilik domain. Coba kita lihat gambar di bawah, sebagai contoh subdomain yang telah kami buat ;

Kami membuat subdomain dengan awalan kata web. Dan, kami bisa saja membuat subdomain lebih dari seratus. Semisal bola.masmur.com, bisnis.masmur.com, dan lainnya.

Contoh atau macam-macam top level domain yang populer.

Masih melanjutkan dari pembahasan di atas. Top Level Domain, yang cukup populer adalah domain yang akhirnya com, net, org, dan biz.

Maka dari itu, lebih baiknya Anda menggunakan top level domain yang populer, karena domain populer yang sudah kami contohkan di atas sudah banyak masyarakat umum yang mengenalnya.

Dengan begitu, url atau alamat website Anda mudah dikenali, dan mudah dikunjungi mereka. Tentunya, hal ini lebih menguntungkan dibanding Anda memilih top level domain yang belum begitu populer, seperti xyz, dan lain sebagainya.

Apa perbedaannya top level domain dengan subdomain ?.

Perbedaan antara subdomain, dan domain yang menonjol adalah dalam segi bentuknya, dan anda sudah tahu perbedaannya karena di atas sudah kami contohkan.

Namun, belum tentu semua Blogger mengetahui perbedaan subdomain dengan domain dalam segi fungsinya. Dan, pembahasan ini akan kami sampaikan di bawah.

Bagaimana caranya membuat subdomain ?

Sebelumnya, kami mohon maaf, karena belum membuat artikel mengenai cara membuat subdomain. Namun, akan kami tuliskan dilain waktu. Insya Allah.

Kesimpulannya, jika sudah punya domain sendiri, Anda bisa membuat subdomain. Dan, pembuatan subdomain bisa dilakukan lewat cpanel, dan area member tempat anda membeli domain.

Jika Anda sudah membeli domain di salah satu perusahaan hosting, dan domain, Anda bisa menghubungi perusahaan tersebut dan menanyakan bagaimana caranya membuat subdomain.

Apa sajakah fungsi, atau kelebihannya Subdomain ?.

Berhubung tidak semua Blogger mengetahui fungsinya subdomain, maka akan kami sampaikan fungsinya subdomain di artikel ini, dan semoga bermanfaat.

  1. Untuk membuat blog lebih dari satu tanpa mengeluarkan modal lagi.
  2. Untuk memisahkan topik blog yang berbeda.
  3. Untuk membuat blog yang dikelola secara kelompok.
  4. Agar blog Anda terlihat lebih komitmen dengan topik pembahasan.

Supaya jelas, berikut penjelasannya yang lebih meluas, agar Anda jangan ragu membuat subdomain.

Untuk membuat blog lebih dari satu, tanpa mengeluarkan modal lagi.

Solusi paling tepat, dan cerdas ketika Anda ingin memiliki banyak website tanpa banyak modal, adalah membuat subdomain.

Dengan subdomain, kita nggak perlu lagi membeli domain untuk menciptakan website yang baru, dan hal ini tentunya lebih menghemat kantong Anda.

Untuk memisahkan topik blog yang berbeda.

Subdomain adalah langkah cerdas bagi Anda yang ingin memisahkan topik yang berbeda. Jadi, hanya bermodal satu domain, Anda bisa membuat blog lebih dari satu, yang pembahasannya berbeda-beda, seperti blog tentang kesehatan, kecantikan, otomotif, dan lain sebagainya.

Subdomain sangat berbeda dengan label, atau kategori blog. Kategori, atau label bisa dibuat, tapi masih satu blog. Sedangkan subdomain sudah blog yang berbeda.

Untuk membuat blog yang dikelola secara kelompok.

Jika Anda punya organisasi, menjadi kepala sekolah, atau mempunyai perusahaan tertentu yang harus memilih website, dan website tersebut harus dikelola banyak orang, maka Anda boleh membuat subdomain.

Semisal Anda termasuk kepala sekolah, dan ingin semua guru mempunyai website, maka subdomain adalah solusinya, karena semua guru bisa memiliki website, dan mereka tidak harus membeli domain.

Agar blog Anda terlihat lebih komitmen dengan topik pembahasan.

Anda pernah menjumpai blog atau website yang topik pembahasannya campur aduk, ?

Hari ini menerbitkan artikel tentang kesehatan, besoknya tutorial blog, dan besoknya lagi tentang tip memasak.

Mungkin, Anda akan beranggapan bahwa blog tersebut bukanlah blog yang komitmen dengan satu topik pembahasan. Asal Anda tahu, blog gado-gado, atau blog yang menulis semua topik akan sulit mendapatkan pengunjung yang setia.

Jadi, jika Anda ingin menulis berbagi topik yang berbeda, saran dari kami buatlah subdomain, agar blog Anda lebih komitmen, dan bukan termasuk blog gado-gado.

Categories: Blog